Spirit Spiritualnya
NAMA Kiai Damar Sesuluh, merupakan anugrah
paling berharga dari ‘dalang setan’ Ki. Manteb Sudarsono dan Drs. H.
Yuliatmono, MM [Keduanya Dewan Penasehat komunitas kami]. Sebagaimana
didambaharapkan semua pihak, sebutan yang tercipta dari diskusi dan permenungan
panjang tadi, tidak sekedar nama. Benar-benar jadi asma dan japa mantra [gatra
yang beraura religius] dan minangka pandonga
(kesungguhan spirit dan kekhusukan spiritual doa].
Komunitas Kiai Damar Sesuluh, berdiri 24 Agustus
2008, sebagai institusi nirlaba berhimpunnya para seniman budayawan berbagai media
seni tradisional maupun kontemporer. Selain komitmen terhadap seruan dan
gerakan moral spiritual, juga berupaya menancapkan kembali akar budaya yang
tercerabut dari jatidiri bangsa. Aktifitas konkritnya, menggali dan merekunstruksi
adat tradisi maupun seni budaya adiluhung [warisan para leluhur bangsa, Wali
Allah, tokoh spiritual, pujangga, seniman dan budayawan] yang sarat nilai–nilai
religius, filosofi kehidupan dan pesan moralitas.
Jatidiri dan eksistensi Komunitas Kiai Damar
Sesuluh, sebagai wahana mengekspresikan dan mempublikasikan beragam karya cipta
seni budaya yang lebih mengedepankan aspek spiritiual religius, cultural dan
education. Hingga kini telah beranggotakan puluhan seniman budayawan berbagai
media dan komunitas seni. Seniman-seniwati pakeliran, sastrawan, teaterawan,
musisi, vocalis, senimatografi, pambiwara dan pandemen seni budaya lainnya.
Karya cipta perdana Komunitas Kiai Damar Sesuluh,
“Pagelaran Multimedia Istiqfar Pangruwating Nagari” dipentaskan di Gedung DPRD
Karanganyar, juga di Sanggar Bima Karangpandan, dan beberapa kota lainnya. Buah
kreatifitas lainnya Pagelaran Multimedia Seni ‘Sang Satriya Piningit’ [sebagai
sosialisasi Pilpres 2009], ‘Opera Jalu Intan’ [Launcing Pilkada Karanganyar
2013] Pagelaran Multimedia Seni ‘Gurit Pritgantil Kidung Pemilu’ [ sebagai
sosialisasi Pilgub Jateng 2013]
Agustus 2008, Komunitas Kiai Damar Sesuluh mendapat
dua Anugrah Bhakti Budaya dari Yayasan Pusat Budaya Nusantara, kepada Kustawa
Esye (Ketua Kamunitas Kiai Damar Sesuluh) atas karya ciptanya ‘Istiqfar
Pangruwating Nagari’, dan kepada Komunitas Kiai Damar Sesuluh, atas
keberhasilannya merekunstruksi seni tradisional menjadi pagelaran mariultimedia
seni kontemporer.
Selebihnya, Komunitas Kiai Damar Sesuluh juga telah
puluhan kali menggelar event seni budaya. Diantaranya, musikalisasi geguritan,
tadarus puisi, rerepen macapatan, pagelaran ketoprak, sarasehan spirit
spiritual, seminar memaknai jiwa jawine wong Jawa, dan lainnya. [*]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar